JENIS-JENIS KULIT WAJAH
JENIS –JENIS KULIT WAJAH
Kulit yang sehat memiliki ciri :
1. Kulit memiliki kelembaban cukup,
sehingga terlihat basah atau berembun
2. Kulit senantiasa kenyal dan
kencang
3. Menampilkan kecerahan warna kulit
yang sesungguhnya
4. Kulit terlihat mulus, lembut dan
bersih dari noda, jerawat atau jamur
5. Kulit terlihat segar dan
bercahaya
6. Memiliki sedikit kerutan sesuai
usia.
Pada umumnya jenis kulit manusia
dapat dikelompokkan menjadi :
1. KULIT NORMAL
Kulit normal cenderung mudah
dirawat. Kelenjar minyak (sebaceous gland) pada kulit normal biasanya ‘tidak
bandel̢۪, karena minyak (sebum) yang dikeluarkan seimbang, tidak berlebihan
ataupun kekurangan. Meski demikian, kulit normal tetap harus dirawat agar
senantiasa bersih, kencang, lembut dan segar. Jika tidak segera dibersihkan,
kotoran pada kulit normal dapat menjadi jerawat. Selain itu kulit yang tidak
terawat akan mudah mengalami penuaan dini seperti keriput dan tampilannya pun
tampak lelah. Ciri-ciri kulit normal adalah kulit lembut, lembab berembun,
segar dan bercahaya, halus dan mulus, tanpa jerawat, elastis, serta tidak
terlihat minyak yang berlebihan juga tidak terlihat kering. Meskipun jika
dilihat sepintas tidak bermasalah, kulit normal tetap harus dijaga dan dirawat
dengan baik, karena jika tidak dirawat, kekenyalan dan kelembaban kulit normal
akan terganggu, terjadi penumpukan kulit mati dan kotoran dapat menyebabkan
timbulnya jerawat.

2. KULIT BERMINYAK
Kulit berminyak banyak dialami oleh
wanita di daerah tropis. Karena pengaruh hormonal, kulit berminyak biasa
dijumpai pada remaja puteri usia sekitar 20 tahunan, meski ada juga pada wanita
usia 30-40 tahun yang mengalaminya. Penyebab kulit berminyak adalah karena
kelenjar minyak (sebaceous gland) sangat produktif, hingga tidak mampu mengontrol
jumlah minyak (sebum) yang harus dikeluarkan. Sebaceaous gland pada kulit
berminyak yang biasanya terletak di lapisan dermis, mudah terpicu untuk bekerja
lebih aktif. Pemicunya
dapat berupa faktor internal atau
faktor eksternal, yaitu :

a. Faktor internal meliputi :
1) Faktor genetis : anak dari orang
tua yang memiliki jenis kulit berminyak, cenderung akan memiliki kulit
berminyak pula.
2) Faktor hormonal : hormon manusia
sangat mempengaruhi produksi keringat. Karena itulah pada wanita yang sedang
menstruasi atau hamil akan lebih sering berkeringat. Selain itu stres dan
banyak gerak juga dapat menjadi pemicu keringat berlebihan.
b. Faktor eksternal meliputi :
1) Udara panas atau lembab.
2) Makanan yang dapat merangsang
keluarnya keringat seperti makanan yang terlalu pedas baik karena cabai atau
merica, makanan yang terlalu asin, makanan yang berbumbu menyengat seperti
bawang putih, makanan yang terlalu berminyak serta makanan dan minuman yang
terlalu panas. Kulit berminyak memerlukan perawatan khusus dibandingkan kulit
normal. Pada jenis kulit ini, minyak berlebihan yang dibiarkan akan menjadi
media yang baik bagi pertumbuhan bakteri yang pada saat selanjutnya akan
menjadi jerawat, radang atau infeksi.
Merawat kulit berminyak bukan
berarti membuat kulit benarbenar bebas minyak, karena minyak pada kulit tetap
diperlukan sebagai alat pelindung alami dari sengatan sinar matahari,
bahanbahan kimia yang terkandung dalam kosmetika maupun terhadap polusi. Yang
perlu dilakukan adalah menjaga agar kadar sebum tetap seimbang dan kulit tetap
dalam keadaan bersih agar bakteri penyebab jerawat dapat terhambat. Memiliki
jenis kulit berminyak, memiliki kelebihan yaitu membantu menjaga kelembaban
lapisan dermis hingga memper-lambat timbulnya keriput.
Ciri-ciri kulit berminyak yaitu :
minyak di daerah T tampak berlebihan, tekstur kulit tebal dengan pori-pori
besar hingga mudah menyerap kotoran, mudah berjerawat, tampilan wajah berkilat,
riasan wajah seringkali tidak dapat melekat dengan baik dan cepat luntur serta
tidak mudah timbul kerutan.
3. KULIT KERING

Kulit kering memiliki karakteristik
yang cukup merepotkan bagi pemiliknya, karena pada umumnya kulit kering
menimbulkan efek yang tidak segar pada kulit, dan kulitpun cenderung terlihat
berkeriput. Kulit kering memiliki kadar minyak atau sebum yang sangat rendah
dan cenderung sensitif, sehingga terlihat parched karena kulit tidak mampu
mempertahankan kelembabannya. Ciri dari kulit kering adalah kulit terasa kaku
seperti tertarik setelah mencuci muka dan akan mereda setelah dilapisi dengan
krim pelembab. Kondisi kulit dapat menjadi lebih buruk apabila terkena angin,
perubahan cuaca dari dingin
ke panas atau sebaliknya. Garis atau
kerutan sekitar pipi, mata dan sekitar bibir dapat muncul dengan mudah pada
wajah yang berkulit kering.
Berbagai faktor yang menjadi
penyebab kulit menjadi kering, diantaranya :
a. Faktor genetik
Faktor genetik merupakan kondisi
bawaan seseorang, termasuk kondisi kulit wajah yang kering.
b. Kondisi struktur kulit
Kondisi kelenjar minyak yang tidak
mampu memberi cukup lubrikasi untuk kulit, menimbulkan dehidrasi pada kulit.
c. Pola makan
Pola makan yang buruk, kekurangan
nutrisi tertentu seperti vitamin A dan vitamin B merupakan salah satu pemicu
kulit menjadi kering.
d. Faktor lingkungan
Pengaruh lingkungan seperti terpapar
sinar matahari, angin, udara dingin, radikal bebas atau paparan sabun yang
berlebihan saat mandi atau mencuci muka pun akan sangat berpengaruh pada
pembentukan kulit kering
e. Penyakit kulit
Kondisi lainnya yang sangat
berpeluang menjadi penyebab kulit kering adalah karena kulit terserang penyakit
tertentu seperti eksim, psoriasis dan sebagainya. Kulit kering merupakan bentuk
lain dari tanda tidak aktifnya kelenjar thyroid dan komplikasi pada penderita
diabetes. Kulit kering terjadi jika keseimbangan kadar minyak terganggu. Pada
kulit berminyak terjadi kelebihan minyak dan pada kulit kering justru
kekurangan minyak. Kandungan lemak pada kulit kering sangat sedikit, sehingga
mudah terjadi penuaan dini yang ditandai keriput dan kulit terlihat lelah serta
terlihat kasar. Kulit kering memerlukan perawatan yang bersifat pemberian
nutrisi agar kadar minyak tetap seimbang dan kulit dapat selalu terjaga
kelembabannya.
Salah satu keuntungan kulit kering
adalah riasan wajah dapat lebih awet, karena kadar sebum dalam lapisan dermis
tidak berlebihan hingga riasan tidak mudah luntur.
Kulit kering memiliki ciri-ciri :
kulit halus tetapi mudah menjadi kasar, mudah merekah dan terlihat kusam karena
gangguan proses keratinisasi kulit ari, tidak terlihat minyak berlebihan di
daerah T yang disebabkan oleh berkurangnya sekresi kelenjar keringat dan
kelenjar palit atau kelenjar minyak. Ciri lainnya yaitu mudah timbul kerutan
yang disebabkan oleh menurunnya elastisitas kulit dan berkurangnya daya kerut
otot-otot, mudah timbul noda hitam, mudah bersisik, riasan yang dikenakan tidak
mudah luntur, reaktivitas dan kepekaan dinding pembuluh darah terhadap rangsangan-rangsangan
berkurang sehingga peredaran darah tidak sempurna dan kulit akan tampak pucat,
suram dan lelah.
4. KULIT KOMBINASI ATAU KULIT
CAMPURAN
Faktor genetis menyebabkan kulit
kombinasi banyak ditemukan di Asia. Banyak wanita timur terutama di daerah
tropis yang memiliki kulit kombinasi : kering berminyak atau normal-berminyak.
Pada kondisi tertentu kadang dijumpai kulit sensitif-berminyak. Kulit kombinasi
terjadi jika kadar minyak di wajah tidak merata. Pada bagian tertentu kelenjar
keringat sangat aktif sedangkan daerah lain tidak, karena itu perawatan kulit
kombinasi memerlukan perhatian khusus. Area kulit berminyak dirawat dengan
perawatan untuk kulit berminyak dan di area kulit kering atau normal dirawat sesuai
dengan jenis kulit tersebut.
Kulit kombinasi atau kulit campuran
memiliki ciri-ciri sebagai berikut : kulit di daerah T berminyak sedangkan di
daerah lain tergolong normal atau justru kering atau juga sebaliknya. Di
samping itu tekstur kulit sesuai jenisnya yakni di area kulit berminyak akan
terjadi penebalan dan di area normal atau kering akan lebih tipis.
Post a Comment